SMASKRIS.Ambon, [25 Maret 2025) – Wakil Gubernur Maluku, Hj. Abdullah Vanath, bersama Ibu Ani Abdullah Vanath, mengunjungi SMA Kristen YPKPM Ambon untuk melihat secara langsung pelaksanaan Pendidikan Inklusif di sekolah tersebut. Kunjungan ini bertujuan memastikan bahwa anak berkebutuhan khusus (ABK) mendapatkan kesempatan yang sama dalam pendidikan di sekolah reguler.

Kunjungan Kelas dan Ujian Berbasis Chromebook. Selama kunjungan, Wagub Maluku dan rombongan menyaksikan siswa-siswa, termasuk ABK, sedang mengikuti Ujian Sumatif Blok 1 berbasis Chromebook. Penggunaan teknologi dalam ujian ini menunjukkan komitmen sekolah dalam memanfaatkan digitalisasi untuk mendukung proses pembelajaran yang inklusif dan adaptif.

Diskusi Mendalam Tentang Pendidikan Inklusif Usai meninjau kegiatan belajar, Wagub Maluku bersama Ibu Ani Abdullah Vanath, Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Maluku bpk S.N. Djoisangadji M.Si , Kepala Sekolah Dra. E. Laturiuw, M.Si, serta Guru Pembimbing Khusus (GPK) Ibu Merlin Sapulette,S.Pd mengadakan diskusi terkait perkembangan dan tantangan Pendidikan Inklusif di Maluku. Dalam kesempatan ini, Wagub Maluku menegaskan bahwa setiap anak berkebutuhan khusus berhak mendapatkan pendidikan di sekolah reguler. Beliau juga berharap masyarakat tidak malu menyekolahkan anak inklusif di sekolah umum, karena pendidikan yang setara adalah hak semua anak tanpa terkecuali.

Sambutan Positif dari Kepala Sekolah Kepala SMA Kristen YPKPM Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si, menyambut baik kunjungan ini. Menurutnya, kehadiran Wagub Maluku beserta rombongan membuktikan kepada masyarakat bahwa sekolah reguler siap menerima anak berkebutuhan khusus. “Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi semua siswa, termasuk ABK. Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami dan masyarakat bahwa pendidikan inklusif adalah tanggung jawab bersama,” ujar Laturiuw.

Harapan ke Depan, Wagub Maluku berpesan agar pemerintah daerah, sekolah, dan masyarakat bersinergi memajukan Pendidikan Inklusif. Dukungan sarana-prasarana, pelatihan guru, dan sosialisasi terus dilakukan agar tidak ada lagi diskriminasi dalam pendidikan. Kunjungan ini diakhiri dengan dokumentasi bersama sebagai bentuk apresiasi terhadap SMA Kristen YPKPM Ambon yang telah menjadi contoh pelaksanaan Pendidikan Inklusif di Maluku.
#PendidikanUntukSemua
#InklusiMaluku
#SekolahRamahABK
#salamsekolahpenggerak