Assign modules on offcanvas module position to make them visible in the sidebar.

Tags

Shalom Sahabat SMASKRIS Ambon

Sejak kecil, kita semua sudah mengenal kebersihan yang diajarkan oleh orang tua.

Di sekolah juga diajarkan tentang kebersihan, ada banyak ajaran menanamkan akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Secara teori tidak kuranglah pengetahuan kita akan pentingnya menjaga kebersihan. Di tempat-tempat umum, slogan tentang kebersihan juga banyak ditemui, tempat sampah pun ada di setiap tempat. Sepertinya tidak kuranglah anjuran dan ajakan hidup bersih demi keindahan dan kesehatan dikenalkan ke masyarakat. Namun kenyataannya masih banyak ditemui tempat-tempat yangkurang menjaga kebersihan, kotor, kumuh, berbau, dan tidak indah dipandang. Di sisi lain, kenapa juga ada suatu tempat yang begitu indah, bersih, dan terawat. Sehingga siapapun yang tinggal dan melewati tempat itu merasa nyaman

Budaya bersih butuh pembiasaan. Menciptakan lingkungan bersih di lingkungan rumah, sekolah dan masyarakat membutuhkan usaha keras. Bagaimana orang tua membiasakan anak-anak di rumah untuk bisa menerapkan aturan hidup bersih adalah awal dari pembiasaan hidup bersih. Bukan hal mudah bagi orang tua untuk menerapkan hidup bersih dan rapi kepada anak-anak. Seorang ibu atau ayah perlu memberi contoh, mengawasi, termasuk berkali-kali mengingatkan. Sebagai orang tua, kita yakin bahwa proses pembiasaan ini harus dilewati oleh anak-anak karena kelak mereka akan menuai manfaat dari kebiasaan hidup bersih ini. Pembiasaan menjaga kebersihan diri, kebersihan kamar, kebersihan atas barang-barang pribadi adalah proses menyiapkan seorang anak agar bisa bertanggung jawab atas kebersihan dirinya.

 

Budaya bersih butuh teladan. Kebersihan butuh keteladanan. Jangan meminta anak-anak untuk menjaga kebersihan kalau sebagai orang tua masih acak-acakan. Di rumah barang-barangnya semrawut, lalu menegur anak tidak menjaga kebersihan. Guru-guru juga tak bisa menuntut muridnya menjaga kebersihan bila lingkungan sekolah kotor. Taman-tamannya tidak tertata, kelas banyak coretan, perabotan kelas serba banyak tulisan. Orang tua dan guru tetap dibutuhkan menjadi panutan bagi anak-anak dan murid-murid dalam menerapkan kebersihan.

Hari rabu ( 4 november 2019) ibu kepala SMA Kristen YPKPM Ambon Dra E Laturiuw, M.Si bersama Pendidik, tenaga kependidikan serta peserta didik melalui Gerakan Budaya Bersih dan Senyum sebagai bentuk Kepedulian pada Lingkungan mengajak semua masyarakat untuk mari bersama menjadikan lingkungan tempat dimana kita berada sebagai tempat ternyaman, enak dipandang serta menyehatkan mata

Peluang menuai berkah dari sampah

Peluang menjadi destinasi wisata

Salam SMASKRIS Mandiri menuju SMASKRIS yang Bermutu

Tuhan Yesus Memberkati

SALAM MALUKU CERDAS

#SekolahRamahAnak

#SekolahSiagaKependudukan

#SekolahRujukan

#SekolahKewirausahaan

comments

Back to top

X

Hak Cipta

Semua tulisan pada web merupakan hak cipta SMA Kristen YPKPM Ambon. Dilarang menyalin tanpa ijin!