SHALOM SAHABAT SMASKRIS AMBON !
Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat diabaikan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia, Air sangat penting bagi makhluk hidup lain baik hewan dan tubuhan. Tanpa air kemungkinan yang terjadi tidak ada kehidupan di dunia ini karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minumh . Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya Air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidup, kita berupaya mengkonsumsi air yang cukup bagi diri kita sendiri.
Begitu pentingnya air , sehingga untuk mendapatkan air kita harus rela berjalan berjam-jam bahkan harus rela antrian yang panjang. Air kotor, air rasanya tidak enak juga menjadi persoalan .seperti terjadi dalam kehidupan bangsa Israel yang bersungut kepada Musa ketika air yang diminum terasa pahit di Mara. Dalam bacaan kita Yohanes 7 ayat 37 Yesus menawarkan air hidup kepada kita….” Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepadaKu dan minum ”, Mari kita belajar dari kisah nyata yang terjadi di tengah padang pasir berkilau di New Mexico (White Sands National Monument ). Pasangan turis asal Perancis, David dan Ornella Steiner ditemukan tewas. Namun, putra mereka, Enzo yang berumur 9 tahun, berhasil bertahan di tengah suhu udara sekitar 38 derajat Celsius tersebut.
David dan Ornella diduga meninggal dunia saat sedang bertahan menahan terik ketika mendaki gurun New Mexico. Kepolisian menduga mereka berusaha menyelamatkan nyawa Enzo dengan memberikan dua teguk dari jatah persediaan air yang menipis. Setelah diselidiki, ternyata keluarga tersebut hanya membawa persediaan 2,5 liter botol air untuk ditenggak bertiga. Jumlah tersebut sangat jauh dari rekomendasi pemerintah, yaitu 4 liter per orang. Akibat persiapan kurang matang tersebut, liburan keluarga Steiners yang sudah direncanakan dengan baik ini berakhir tragis. Meskipun dalam keadaan dehidrasi, polisi menemukan Enzo masih sadarkan diri di samping jenazah orangtuanya yang telah berkorban untuk mempertahankan nyawa anak mereka dengan membiarkan persediaan air terakhir sebagai persediaan air bagi anak mereka.
Makna kisah nyata suami istrui David dan Ornella ini mengingatkan kita bahwa :
Yesus telah mengorkankan hidupnya supaya kita hidup.
Sebagai orang yang sudah menerima air hidup marilah kita juga mewujudkan kehidupan yang memuaskan orang lain.
Sebagaimana David dan Ornella Steiner dari Perancis ini telah korbankan dirinya untuk anak mereka supaya tetap hidup maka marilah kita juga menampakkan perilaku hidup yang mau berkorban walaupun itu dimulai dari hal yang kecil
Jangan disia-siakan anugerhah hidup kepada kita lewat pengorbanan Yesus.
Terus mewujudkan kehidupan yang menyejukkan semua orang kapan dan dimana saja kita berada untuk kemuliaan nama Allah.
Demikianlah refleksi yang disampaikan ibu S.Patty, S.PAK, M.Si dalam ibadah pergumulan keluarga SMA Swasta Kristen YPKPM Ambon Kamis, 20 Maret 2018 pukul 06.30 WIT kepada peserta didik kelas X,XI,XII peserta USBN sesi I , para pendidik dan tenaga kependidikan semua warga sekolah. Semoga bentuk penguatan spiritual yang di awali dengan menyanyikan lagu pujian “ ku mau cinta Yesus” ini tetap memaknai kehidupan kita sehingga menginpirasi dan memotivasikan kita dalam tanggungjawab kita semua.
Salam SMASKRIS Mandiri menuju SMASKRIS yang Bermutu
Tuhan Yesus Memberkati
