Ibu Eta sebagai pemimpin ibadah mengawali refleksinya dengan kata-kata yang mengarah kepada kekuatan Allah. Sesuai bagian Firman yang dipilih yaitu “ Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. “ (Filipi 4 ayat 13 ). Itu artinya semuanya hanya di dalam DIA. Refleksi berlanjut dengan satu cerita yang menarik yaitu tentang “ burung Gagak dan Elang. Ujar ibu Eta sambil memberi kesempatan kepada siswa memberi tanggapan “Satu bunga mahkota duri yang indah itu, pasti melewati pertumbuhan dan perkembangan yang hebat. Begitu juga sama dengan kita semakin kita ber berkembang dalam perjuangan kita penuh dengan duri, tetapi kita tidak boleh pesimis untuk mencapai tujuan atau masa depan kita. “ Ujar Anjela siswa kelas X.1 semangat. “ Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan ibadah. Dalam hidup ini tak pernah luput dari masalah, karena ada orang-orang jahat di sekitar kita yang memfitnah dll. Kata orang Ambon, “ Ale jual Beta bali “ satu lagi “ Lancang itu seng jual ” seperti burung gagak tadi dia tidak merasa apa2,walau dia jatuh dan Elang tetap terbang tinggi. Untuk itu, mari jangan kita pesimis, tetapi optimis, seperti kata Anjela tadi ketika kita menghadapi tantangan atau masalah. Terutama sebagai pemuda gereja tunjukkan kapasitas kita yang baik dari apa yang kita lakukan , karena kita tahu, segala perkara dapat kita hadapai bersama hanya di dalam Tuhan. “ Ujar Ibu Eta mengakhiri reflessinya. Kepala Sekolah Dra. E. Laturiuw, M.si. dalam arahannya, mengucapkan terima kasih, memberi semangat, katanya sembari mengutip Firman Tuhan tadi. Kalau ibu Eta berbicara secara Alkitabia, dan saya berbicara secara ilmiah, kemudian mengajukan pertanyaan. “Burung bernapas dengan apa ? Mengapa sampai Gagak bisa jatuh, “ Tanya ibu Lanny semangat. Banyak jawaban yang diajukan siswa dan kata ibu Lanny “ Yang menjawab burung bernapas dengan paru itu benar.” Kemudian mengajarkan para siswa bahwa untuk belajar memahami konsep-konsep dalam kehidupan nyata jangan hanya dari guru tetapi harus terus membaca supaya berpikir kritis, bisa berbagi, jangan bilang tidak ada padahal ada pada kita. Saya kutip Mohammad Hatta "Jika kita kurang pintar, kita bisa belajar, dan jika kita kurang tahu, kita bisa dapat dari teman, tetapi kalau kita tidak jujur, selamanya orang tidak akan percaya." Imbuhnya, mengakhiri arahannya. #salamsekolahpenggerak
KEBAKTIAN PERGUMULAN SMAKRIS AMBON
- Detail
- Ditulis oleh Davtry Palapessy, S.Pd
Ambon_Kebaktian Pergumulan berlangsung syaduh, di SMA Kristen pagi ini Kamis, (16/01/2025). Kebaktian pergumulan SMASKRIS YPKPM setiap Kamis tersebut, tetap konsisten.
Ibu Eta sebagai pemimpin ibadah mengawali refleksinya dengan kata-kata yang mengarah kepada kekuatan Allah. Sesuai bagian Firman yang dipilih yaitu “ Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. “ (Filipi 4 ayat 13 ). Itu artinya semuanya hanya di dalam DIA. Refleksi berlanjut dengan satu cerita yang menarik yaitu tentang “ burung Gagak dan Elang. Ujar ibu Eta sambil memberi kesempatan kepada siswa memberi tanggapan “Satu bunga mahkota duri yang indah itu, pasti melewati pertumbuhan dan perkembangan yang hebat. Begitu juga sama dengan kita semakin kita ber berkembang dalam perjuangan kita penuh dengan duri, tetapi kita tidak boleh pesimis untuk mencapai tujuan atau masa depan kita. “ Ujar Anjela siswa kelas X.1 semangat. “ Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan ibadah. Dalam hidup ini tak pernah luput dari masalah, karena ada orang-orang jahat di sekitar kita yang memfitnah dll. Kata orang Ambon, “ Ale jual Beta bali “ satu lagi “ Lancang itu seng jual ” seperti burung gagak tadi dia tidak merasa apa2,walau dia jatuh dan Elang tetap terbang tinggi. Untuk itu, mari jangan kita pesimis, tetapi optimis, seperti kata Anjela tadi ketika kita menghadapi tantangan atau masalah. Terutama sebagai pemuda gereja tunjukkan kapasitas kita yang baik dari apa yang kita lakukan , karena kita tahu, segala perkara dapat kita hadapai bersama hanya di dalam Tuhan. “ Ujar Ibu Eta mengakhiri reflessinya. Kepala Sekolah Dra. E. Laturiuw, M.si. dalam arahannya, mengucapkan terima kasih, memberi semangat, katanya sembari mengutip Firman Tuhan tadi. Kalau ibu Eta berbicara secara Alkitabia, dan saya berbicara secara ilmiah, kemudian mengajukan pertanyaan. “Burung bernapas dengan apa ? Mengapa sampai Gagak bisa jatuh, “ Tanya ibu Lanny semangat. Banyak jawaban yang diajukan siswa dan kata ibu Lanny “ Yang menjawab burung bernapas dengan paru itu benar.” Kemudian mengajarkan para siswa bahwa untuk belajar memahami konsep-konsep dalam kehidupan nyata jangan hanya dari guru tetapi harus terus membaca supaya berpikir kritis, bisa berbagi, jangan bilang tidak ada padahal ada pada kita. Saya kutip Mohammad Hatta "Jika kita kurang pintar, kita bisa belajar, dan jika kita kurang tahu, kita bisa dapat dari teman, tetapi kalau kita tidak jujur, selamanya orang tidak akan percaya." Imbuhnya, mengakhiri arahannya. #salamsekolahpenggerak
comments
Ibu Eta sebagai pemimpin ibadah mengawali refleksinya dengan kata-kata yang mengarah kepada kekuatan Allah. Sesuai bagian Firman yang dipilih yaitu “ Segala perkara dapat kutanggung di dalam DIA yang memberi kekuatan kepadaku. “ (Filipi 4 ayat 13 ). Itu artinya semuanya hanya di dalam DIA. Refleksi berlanjut dengan satu cerita yang menarik yaitu tentang “ burung Gagak dan Elang. Ujar ibu Eta sambil memberi kesempatan kepada siswa memberi tanggapan “Satu bunga mahkota duri yang indah itu, pasti melewati pertumbuhan dan perkembangan yang hebat. Begitu juga sama dengan kita semakin kita ber berkembang dalam perjuangan kita penuh dengan duri, tetapi kita tidak boleh pesimis untuk mencapai tujuan atau masa depan kita. “ Ujar Anjela siswa kelas X.1 semangat. “ Tepuk tangan meriah memenuhi ruangan ibadah. Dalam hidup ini tak pernah luput dari masalah, karena ada orang-orang jahat di sekitar kita yang memfitnah dll. Kata orang Ambon, “ Ale jual Beta bali “ satu lagi “ Lancang itu seng jual ” seperti burung gagak tadi dia tidak merasa apa2,walau dia jatuh dan Elang tetap terbang tinggi. Untuk itu, mari jangan kita pesimis, tetapi optimis, seperti kata Anjela tadi ketika kita menghadapi tantangan atau masalah. Terutama sebagai pemuda gereja tunjukkan kapasitas kita yang baik dari apa yang kita lakukan , karena kita tahu, segala perkara dapat kita hadapai bersama hanya di dalam Tuhan. “ Ujar Ibu Eta mengakhiri reflessinya. Kepala Sekolah Dra. E. Laturiuw, M.si. dalam arahannya, mengucapkan terima kasih, memberi semangat, katanya sembari mengutip Firman Tuhan tadi. Kalau ibu Eta berbicara secara Alkitabia, dan saya berbicara secara ilmiah, kemudian mengajukan pertanyaan. “Burung bernapas dengan apa ? Mengapa sampai Gagak bisa jatuh, “ Tanya ibu Lanny semangat. Banyak jawaban yang diajukan siswa dan kata ibu Lanny “ Yang menjawab burung bernapas dengan paru itu benar.” Kemudian mengajarkan para siswa bahwa untuk belajar memahami konsep-konsep dalam kehidupan nyata jangan hanya dari guru tetapi harus terus membaca supaya berpikir kritis, bisa berbagi, jangan bilang tidak ada padahal ada pada kita. Saya kutip Mohammad Hatta "Jika kita kurang pintar, kita bisa belajar, dan jika kita kurang tahu, kita bisa dapat dari teman, tetapi kalau kita tidak jujur, selamanya orang tidak akan percaya." Imbuhnya, mengakhiri arahannya. #salamsekolahpenggerak